Senin, 01 Oktober 2012

NERACA


Neraca adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa / berat suatu benda.

Neraca Manual
Neraca Elektrik
Memiliki daun timbang
Tidak memiliki daun timbang
Perlu anak timbang
Tidak perlu anak timbang
Dalam satuan miligram dan gram
Dalam satuan gram



1. Neraca Analitis Dua Lengan

 
Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda, misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-lain. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0,1 gram.

Dalam penggunaan neraca ini, hal yang harus diingat adalah sebagai berikut :

a.       Anak timbang terletak di sebelah kiri hadapan penimbang.
b.      Zat yang ditimbang terletak di sebelah kanan hadapan penimbang.
c.       Jika jarum indikator bergerak ke kiri, berarti massa lebih berat sebelah kanan, begitu juga sebaliknya.
d.      Pada saat menimbang, kaca yang ada di luar timbangan harus dalam keadaan tertutup.
e.       Menggunakan kertas timbang.


2. Neraca Ohaus Tiga Lengan



Nilai skalanya dari yang besar sampai ketelitian 0.01 g yang di geser.

Neraca ini memiliki tiga lengan, yakni sebagai berikut:
1.      Lengan paling belakang yang memiliki skala dari 0-100gram dengan jarak antar skala 10 gram.
2.      Lengan yang terletak di tengah-tengah yang memiliki skala dari 0-500 gram dengan jarak antar skala adalah 100 gram.
3.      Lengan paling depan yang memiliki skala dari 0-10 dengan jarak antar skala 0,1 gram.

Bagian-bagian Neraca Ohauss: 
• Tempat beban yang digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur.
• Tombol kalibrasi yang digunakan untuk mengkalibrasi neraca ketika neraca tidak dapat digunakan untuk mengukur.
• Lengan neraca untuk neraca 3 lengan berarti terdapat tiga lengan dan untuk neraca ohauss 4 lengan terdapat empat lengan.
• Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digeser-geser dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.
• Titik 0 atau garis kesetimbangan, yang digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.

Kalibrasi
 Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Kalibrasi diperlukan untuk:
• Perangkat baru
• Suatu perangkat setiap waktu tertentu
• Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
• Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi
• Ketika hasil observasi dipertanyakan
 
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.
Adapun teknik pengkalibrasian pada neraca ohauss adalah dengan memutar tombol kalibrasi pada ujung neraca ohauss sehingga titik kesetimbangan lengan atau ujung lengan tepat pada garis kesetimbanagn , namun sebelumnya pastikan semua anting pemberatnya terletak tepat pada angka nol di masing-masing lengan.

3.     Neraca Lengan Gantung






Neraca ini berguna untuk menentukan massa benda, yang cara kerjanya dengan menggeser beban pemberat di sepanjang batang.


4.    Neraca Digital






Neraca digital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya sangat praktis, karena besar massa benda yang diukur langsung ditunjuk dan terbaca pada layarnya.Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram.

Contohnya adalah timbangan digital model Sartorius.

Cara kerja :
a.       Timbangan dihidupkan paling sedikit 5 menit sebelum digunakan.
b.      Buka tutup timbangan lalu letakkan kertas diatas platform timbangan. Nolkan timbangan dengan menekan tombol “Tare” yang kiri atau kanan “0,00x”
c.       Akan muncul di layarnya (weight display).
d.      Gunakan sendok yang bersih dan tambahkan bahan kimia yang mau ditimbang pada kertas sampai jumlahnya sesuai dengan kebutuhan resepnya.
e.       Bacalah hasilnya pada layar.

A.  Syarat neraca analitis yang baik:
a.         Neraca harus teliti, memberikan hasil sama pada penimbangan berturut-turut.
b.        Neraca harus stabil.
c.         Waktu getar tidak boleh terlalu panjang ataupun terlalu pendek.
d.        Neraca harus memiliki kepekaan tinggi, dengan ada penambahan 0,1 mg harus dapat memberikan perubahan.

B.  Hal yang perlu diperhatikan waktu menimbang:
a.         Sebelum memulai menimbang bahan, neraca harus dalam keadaan datar air.
b.        Persiapan pendahuluan alat-alat penimbangan, siapkan alat dan zat yang akan ditimbang, sendok, kaca arloji dan kertas isap.
c.         Pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca meliputi: periksa kebersihan neraca (terutama piring-piring neraca), kedataran dan kesetimbangan neraca.Keadaan neraca harus dalam posisi nol (0)
d.        Praktikan atau orang yang akan nenimbang harus dalam posisi duduk
e.         Anak timbang harus lengkap beserta pinsetnya
f.         Pada waktu menimbang, almari neraca harus dalam keadaan tertutup untuk mencegah aliran udara dari luas.
g.        Penimbangan, dapat dilakukan setelah diperoleh keadaan setimbang pada neraca dan timbangan pada posisi nol, demikian pula setelah penimbangan selesai posisi timbangan dikembalikan seperti semula.

C.  Penanganan Neraca
Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada manajer lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja.

D.  Kebersihan Neraca
Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar